Cara Royal Golden Eagle Meningkatkan Taraf Hidup Petani Kelapa Sawit Swadaya

Royal Golden Eagle yang dulu berdiri dengan nama awal Raja Garuda Mas merupakan sebuah korporasi usaha berskala global milik Sukanto Tanoto yang memiliki banyak unit bisnis. Salah satu unit bisnis RGE adalah Asian Agri yang bergerak di bidang tata kelola sumber daya alam kelapa sawit.

RGE dalam menjalankan bisnisnya senantiasa berlaku menguntungkan semua pihak. Termasuk Asian Agri juga melakukannya. Tidak hanya berupaya menguntungkan perusahaan dengan prinsip 5C yang dianut melainkan juga menguntungkan seluruh pihak yang bekerja sama dengan unit bisnis RGE termasuk petani kelapa sawit swadaya. Lantas bagaimana cara Royal Golden Eagle dalam meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit swadaya?

Cara Royal Golden Eagle Tingkatkan Taraf Hidup Petani Kelapa Sawit Swadaya

Salah satu cara RGE untuk meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit adalah dengan menerapkan kemitraan. Program kemitraan tersebut sudah berjalan sangat lama salah satunya dengan adanya petani plasma. Salah satu orang yang sudah mendapatkan keistimewaan tersebut sampai detik ini adalah Pawiro.

Kemitraan antara Pawito dengan Asian Agri sudah dimulai sejak 30 tahun yang lalu ketika beliau memutuskan untuk ikut dalam program Perkebunan Inti Rakyat atau transmigrasi yang digagas oleh pemerintah Republik Indonesia pada kala itu. Bagi Pawito dan juga lebih dari 350 petani plasma lain di Kabupaten Siak yang sudah menikmati kemitraan dengan Asian Agri yang merupakan unit bisnis dari RGE program tersebut merupakan program yang sejak awal senantiasa memberikan manfaat dua arah.

Artinya manfaat yang diberikan oleh program kemitraan unit bisnis RGE ini tidak hanya menguntungkan bagi pihak perusahaan Asian Agri saja melainkan juga sangat menguntungkan untuk pihak petani yang bermitra. Sejak tahun 2013 Pawito dan juga koperasinya sudah mendapatkan dana premi dari Asian Agri. Dana tersebut kemudian dapat digunakan kembali oleh para petani untuk membantu meningkatkan produksi mereka yang pada akhirnya juga dapat meningkatkan pendapatan untuk para petani.

Pada tahun penjualan 2016 silam, Asian Agri telah membagikan dana premi kepada para petani plasma kurang lebih dengan angka 3,6 miliar rupiah. Dana ini dibagikan oleh Asian Agri kepada para mitra koperasi yang terdiri dari sebanyak 30.000 petani plasma yang ada di Jambi dan Riau di awal bulan April 2018 lalu.

Diungkapkan bahwa kerja sama dari semua pihak didalam rantai produksi kelapa sawit entah itu untuk perusahaan sebagai pembeli hasil produksi petani atau pemerintah sebagai pihak pembuat kebijakan dan pihak lain yang terkait sangat dibutuhkan dalam rangka mendukung praktik petani swadaya agar lebih lestari dan memiliki daya saing yang tinggi. Program kemitraan antara perusahaan dengan petani kecil juga diperlukan dalam membantu para petani kecil untuk menghadapi berbagai macam tantangan dan memastikan adanya penerapan praktik terbaik dalam tata kelola perkebunan secara lebih berkelanjutan. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan juga keluarga para petani yang berkolaborasi dengan Asian Agri.

Hubungan kemitraan yang sudah dijalin antara salah satu perusahaan Sukanto Tanoto, Asian Agri dengan petani swadaya yang baru berlaku dan Asian Agri dengan petani plasma yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun lamanya tentu diharapkan mendapatkan suatu pencapaian positif. Dimana diharapkan semua petani plasma dan petani swadaya sebagai mitra Asian Agri bisa mendapatkan sertifikat RSPO setelah mendapatkan sertifikasi ISCC dari program yang berjalan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>